"Gema Maulid Nurul Musthofa Al Habib Hasan Bin Ja'far Assegaf Bersama Kaum Mukminin Wal Mukminat Merebut Ridho Allah di Depan Pintu Rasulullah SAW Setiap Malam Minggu Pukul 21:00 - Selesai, dan Setiap Malam Selasa Pukul 21:00 dilanjutkan dengan ziarah kubur Sholihin - Selesai"
Galery Terbaru
Translator
Audio Majlis




HAUL AL WALID AL HABIB JA'FAR BIN UMAR ASSEGAF


08 September 2010 - 10:31:43 | Written by Administrator | Di Baca Sebanyak 17,276 x


WAFATNYA SANG RASUL

           

Detik-detik kewafatan Rasulullah SAW telah tiba. Rasulullah SAW menyandarkan tubuhnya yang suci ke pangkuan Sayyidah `Aisyah. Tatkala itu, masuklah Abdurrahman dan Abubakar dan ditangannya ada sepotong siwak. Dengan matanya yang indah, Rasulullah SAW memandangi siwak tersebut dan menunjukkan bahwa beliau menginginkannya. Kemudian Sayyidah ‘Aisyah berkata kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah maukah aku ambilkan siwak ini untukmu ?” Beliau pun menganggukkan kepalanya bertanda mengiyakan. Kemudian Sayyidah ‘Aisyah pun mengambil siwak tersebut dan mengunyah ujungnya sampai lunak kemudian memberikannya kepada Rasulullah. Dan Rasulullah pun bersiwak dengan cara yang paling baik sebagaimana lazimnya dilakukan oleh beliau kala sehatnya. Di depan beliau ada sebuah bejana berisi air, lalu beliau memasukkan kedua tangannya ke dalam air tersebut kemudian mengusapkan kewajahnya sambil berkata : “La ilaaha illallah, sesungguhnya kematian itu mengalami saat-saat yang pedih”.

           Tak berselang lama selesai bersiwak , saat itu kepala Rasulullah berada di pangkuan Sayyidah ‘Aisyah dan Sayyidah ‘Aisyah merasakan beratnya kepala Rasulullah di pangkuannya. Terlihat Baginda Rasul mengangkat kedua tangannya dan menatapkan pandangan ke atas, ke dua bibirnya bergerak dan Sayyidah ‘Aisyah mendengarkannya beliau berkata lirih : “bersama-sama dengan orang-orang yang telah engkau anugerahi nikmat, yaitu para Nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang sholeh. Ya Allah, ampunilah dan kasihanilah aku, pertemukan aku dengan kekasih Yang Maha Tinggi , Ya Allah Kekasih Yang Maha Tinggi”.

           Beliau mengulangi kalimat yang terakhir ini tiga kali, kemudian ke dua mata Rasulullah terpejam dan suara beliau pun tak terdengar lagi. Ruh suci beliau naik menuju kekasih Yang Maha Tinggi, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Sesungguhnya kita milik Allah dan kita pun akan kembali kepada-Nya.

           Rasulullah wafat pada waktu dhuha musim panas, hari senin 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriah. Usia beliau saat itu telah mencapai enam puluh tiga tahun lebih empat hari.

 

 
(Al Habib Hasan Bin Ja'far Assegaf Setelah Berziarah di Maqam Rasulullah di Masjid Nabawi, Madinah)



Read More...
08 September 2010 - 10:31:30 | Written by Administrator | Di Baca Sebanyak 11,190 x


RAMADHAN

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al-Baqarah : 183)

Ramadhan bulan harapan umat Nabi Muhammad SAW, Nabi Muhamamad SAW berkeluh kesah kepada Allah SWT dikarenakan pandangan Allah SWT sangat banyak dibulan ini, setiap amal baik dilipat gandakan di bulan ini, maka setiap orang yang merasa berdosa, disinilah tempat dia memohon ampun dan meminta ridho-Nya, karena Nabi SAW bersabda :
“Barang siapa yang menyambut bulan Ramadhan dengan hati yang gembira, maka akan Allah ampunkan dosa yang terdahulu”.

Ulama-ulama terdahulu bila datang bulan Ramadhan mereka selalu membaca :
“Ashadualaa ilaha ilallah Astagfirullah Nasalukal jannata wannauzubika minannar…. 3X Allahuma inaka afuwun tuhibbul afwa fafuanna…. 3X”

Dan inilah amalan-amalan orang sholeh setiap harinya, Al-Qur`an dan sholat sunnah tidak pernah terlepaskan, apalagi sholat Tarawih yang dikerjakan selalu berjama`ah.

Di bulan ini pula ada malam seribu bulan yang dinamai “Lailatul Qadar”. Mereka para ulama terdahulu menandai malam itu dengan malam ganjil, kerena Nabi SAW bersabda :
“Allah menyukai yang ganjil-ganjil”

Biasanya mereka para ulama menghabiskan malam itu dengan menghatamkan Al-Qur`an dan bersholawat kepada Rasulullah SAW.

Di bulan ini pula pertama kali Allah SWT menurunkan Al-Qur`an pada tanggal 17 Ramadhan, bila diceritakan tentang fadilah Ramadhan tidak akan pernah menghabiskan pertanyaan dan jawaban karena begitu banyak hikmah-hikmah yang terkandung.

Allah SWT berfirman :

“Seandainya pohon di dunia ini dijadikan penanya dan air laut dijadikan tintanya maka tidak akan habis Ilmu Allah untuk dipelajari”



Read More...
08 September 2010 - 10:30:57 | Written by Administrator | Di Baca Sebanyak 80,483 x


ASAL USUL MAJLIS NURUL MUSTHOFA

PERANAN HABAIB (‘ALAWIYIN) DI INDONESIA

SEJARAH SINGKAT TENTANG PERANAN ALAWIYIN DI INDONESIA
KEPADAMU KU TITIPKAN AL-QUR’AN DAN KETURUNANKU….
(Al-Hadith Rasullah s.a.w. Dirawikan oleh Imam Ahmad Ibn Hambal)

A. PENDAHULUAN
Pada zaman kekhalifahan Bani Abbas (750-1258 M) berkembanglah ilmu pengetahuan tentang Islam yang bercabang-cabang disamping kenyataan itu penghidupan lapisan atas menyimpang dari ajaran agama Islam. Dibentuknya dynasti Bani Abbas yang turun-temurun mewariskan kekhalifahan. Istilah “muslim bila kaif” telah menjadi lazim. Hidupnya keturunan Sayidatina Fatmah Al-Zahra dicurigai, tiada bebas dan senantiasa terancam, ini oleh karena pengaruhnya anak cucu dari Al-Hasan dan Al-Huseyn r.a. atas rakyat sangat besar dan diseganinya. Keinginan kebanyakan orang Muslim adalah seorang keturunan Nabi yang seharusnya memegang kekhalifahan. Banyak yang dipenjarakan dan dibunuhnya oleh karenanya banyak pula yang pindah dan menjalankan diri dan pusat Bani Abbas di Bahdad,

AHMAD BIN ISA r.a.
Dalam keadaan sebagai diuraikan di atas, yang pasti akan dikutuk Allah s.w.t. dan dengan hendak memelihara keturunannya dari kesesatan, mengulangilah AHMAD BIN ISA BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN JA’FAR BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN AL-HUSEYN r.a. duanya sayidina Ibrahim a.s. yang tersurat dalam Al-Qur’an surat 14 ayat 37 dan dipilihnya Hadramaut yang bertetanaman, untuk menetap dan berhijrahlah beliau dari Basrah ke Hadramaut, dimana beliau wafat di Hasisah pada tahun 345 H.

ALWI BIN UBAIDILLAH….ALAWIYIN
Keturunan dari AHMAD BIN ISA tadi yang menetap di Hadramaut dinamakan ALAWIYIN ini dari nama cucunya AL-WI BIN UBAIDILLAH BIN AHMAD BIN ISA yang dimakamkan di Sumul.
Keturunan sayidina Al-Hasan dan Al-Huseyn r.a. disebut juga ALAWIYIN dari sayidina Ali bin Abi-Talib k.w, Keluarga Al-Anqawi, Al-Musa-Alkazimi, Al-Qadiri dan Al-Qudsi yang terdapat sedikit di Indonesia adalah Alawiyin, tapi bukan dari Alwi bin Ubaidillah.

MUHAMMAD AL-FAQIH AL-MUQADDAM
Luput dari serbuan Hulaku, saudara maharaja Cina, yang mentamatkan kekhalifahan Bani Abbas (1257 M), yang memang telah dikhawatirkan oleh AHMAD BIN ISA akan kutukan Allah s.w.t, maka di Hadramaut Alawiyin menghadapi kenyataan berlakunya undang-undang kesukuan yang bertentangan dengan ajaran Islam, dan kenyataan bahwa penduduk Hadramaut adalah Abadhiyun yang sangat membenci sayidina Ali bin Abi-Talib r.a. Ini ternyata pula hingga kini dari istilah-istilah dalam loghat orang Hadramaut. Dalam menjalankan “tugas suci”, ialah pusaka yang diwariskannya, banyak dari pada suku Alawiyin tiada segan mendiami di lembah yang tandus. Tugas suci itu terdiri dari mengadakan tabligh-tabligh, perpustakaan-perpustakaan, pesantren-pesantren (rubat) dan masjid-masjid.

Alawiyin yang semuala bermazhab “Ahli-Bait” mulai memperoleh sukses dalam menghadapi Abadhiyun itu setelah Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam BIN ALI BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN ALWI BIN MUHAMMAD BIN ALWI BIN UBAIDILLAH melaksanakan suatu kompromis dengan memilih mazhab Muhammad bin Idris Al-Syafi-I Al-Quraisyi, ialah yang kemudian disebut mazhab Sayfi-I, Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam ini wafat di Tarim pada tahun 653 H.



Read More...
PARA HABAIB
YAYASAN ASSEGAF
MAQOM HABAIB
Link Terkait
Jumlah Pengunjung
4,056