# Ikuti Wisata Umroh Bersama Al Habib Hasan Bin Ja'far Assegaf Perjalanan 9 Hari Hanya $ 2.250 Pada Bulan Maret 2018, Hotel Bintang 5 ( Madinah : Al-Haram & Makkah : Pullman ) Informasi Lebih Lanjut Hubungi : Office (021) 7865854, Ust Zaenal 08111900677, Ust Jamaluddin 081283141921, Musthofa 08111103712 # Rekening Donasi Pembangunan Masjid "Nurul Musthofa Center" Rek BCA 7330.46.9000 , Mandiri 127.00.0567890.7, An. Yayasan Nurul Musthofa Lil Hb Hasan Bin Ja'far Assegaf # Pembukaan Majlis Nurul Musthofa Sabtu Tgl 09 Juli 2017 Bertempat Masjid Al Khairriyah Jl. Kelapa Tiga Jagakarsa Jakarta Selatan Pukul 20.00 Wib s/d Selesai #

Kutipan Kitab Nasohidiniyah Malam Minggu 03-09-16
Bookmark and Share


KUTIPAN PEMBACAAN KITAB NASOHIDINIYAH

Berkata Imam Hujatul Islam Al-Gozali RA: zikir itu terbagi atas 4 tingkatan

1.) Zikir dengan menggunakan lisan saja

2.) Zikir dengan Hati & lisan berbarengan secara dipaksakan

3.) Zikir dengan hati & menghadirkannya dalam hati bersama lisan tanpa harus dipaksakan

4.) Zikir yang telah menguasai hati dan hati pun tenggelam dalam berzikir Tingkatan pertama (Zikir dengan menggunakan lisan saja) sedikit manfaatnya & pengaruhnya

Dan tidak diragukan lagi bahwa zikir dengan lisan disertai hati yang lalai itu sedikit faidah & manfaatnya, Akan tetapi hal tersebut masih bagus dibandingkan meninggalkan zikir sama sekali Hingga ditanyakan kepada seorang arifbillah: "Sungguh kita telah berzikir kepada Allah tetapi kita tidak mendapatkan kehadiran (zikir tsb) didalam hati?" Maka dijawab: "Bersyukurlah kepada Allah yang telah menghiasi (Lisan kalian) satu anggota tubuh kalian dengan bisa menyebutNya."

Maka hendaklah bagi yang berzikir dengan menggunakan lisan nya agar dia memaksakan juga untuk menghadirkan zikir tersebut didalam hatinya. Hingga akhirnya orang tersebut berzikir dengan lisan & hatinya secara dipaksakan dipermulaannya. Kemudian senantiasa melazimi (zikir lisan & hati) secara terus menerus sampai hatinya merasakan kelezatan zikir & memancar cahaya-cahaya zikirnya didalam hatinya.

Maka diwaktu itulah hatinya akan ikut hadir dengan zikirnya tanpa kesulitan harus susah payah dipaksakan. Bahkan bisa jadi keadaannya telah menjadi & mencapai kepada suatu keadaan dimana tidak sanggup bersabar untuk berzikir dan tidak mampu lalai dari zikir.

والله اعلم


Kembali